Komposisi Isi Siaran TV Lokal
Program acara siaran faktual mendominasi isi siaran TV Lokal di Jawa Barat. Hampir setengah dari seluruh acara TV Lokal di isi oleh siaran faktual, sedikit melampaui acara non faktual. Sedangkan kandungan iklan hanya 10,1% dari seluruh jam siaran TV Lokal. Berikut tabulasi data tentang komposisi isi siaran TV Lokal.
Stasiun TV Program Siaran Jumlah
Faktual Non Faktual Iklan
Jam % Jam % Jam % Jam %
TVRI Jabar 46,2 69,7 16,2 24,4 3,8 5,8 66,2 100
BTV 174,9 47,4 146,3 39,6 47,6 12,9 368,9 100
MQTV 169,8 48,8 162,4 46,6 15,8 4,5 348,1 100
STV 180 47,5 148,6 39,2 50,4 13,3 379 100
Jumlah 570,9 49,1 473,5 40,7 117,6 10,1 1162 100
Dari seluruh stasiun televisi yang disurvei, TVRI menghabiskan paling banyak waktunya untuk menyajikan siaran faktual. Namun tidak berarti secara absolut TVRI menguasai seluruh jam siaran TV Lokal untuk acara faktual, sebab jam siaran TVRI Jabar hanya tiga jam.
Kategori Sosial Khalayak Siaran Faktual
Siaran TVRI Jabar untuk acara faktual hadir memenuhi kebutuhan pemirsa, baik mereka yang dikategorikan anak, remaja, maupun dewasa. Berbeda dengan TV swasta lokal, TVRI Jabar mengalokasikan 100% jam siaran faktualnya bagi khalayak berusia dewasa.
Bandung TV membagi porsi jam siaran yang sama antara orang dewasa dan anak dan hanya setengahnya diperuntukkan bagi kelompok remaja. Perimbangan yang mencolok ditemukan di STV dan MQTV. Kedua TV ini mengalokasikan masing-masing 81% dan 80% jam siaran faktual untuk kelompok dewasa. Komposisi ini terkait dengan tema yang sering diusungkan kedua TV ini.
Kategori Isi Siaran Faktual
Bila dilihat dari tema/isi, siaran faktual bisa dikategorikan ke dalam sembilan kelompok. Kesembilan kategori tema tersebut adalah politik (18,7%), ekonomi (3,9%), sosial budaya (11,7%), kriminal (11,6%), kesehatan (24,9%), kuliner (2,1%), agama (18%), pendidikan (8,3%) dan gaya hidup (94,9%).
Hingga kini tidak banyak aduan menyangkut tema-tema yang disajikan dalam siaran faktual, kecuali untuk sajian kriminal dan kesehatan. Sajian berita kriminal sering diadukan pemirsa karena tayanganya sarat dengan adegan kekerasan yang dikhawatirkan menimbulkan efek peniruan bagi pemirsa, khususnya anak-anak dan remaja. Sedangkan sajian acara kesehatan banyak dikeluhkan karena acara ini sering bercampur dengan praktek yang dikategorikan publik sebagai “mistik”, dan sekedar menjual obat semata. Lebih dari itu, tampilnya “terapi” di banyak TV Lokal di Jawa Barat dipandang menjenuhkan dan mengesankan seakan-akan warga Jabar banyak yang sakit sehingga acara terapi muncul di hampir semua TV Lokal di Jabar.
Variasi Program Acara Siaran Faktual TV Lokal
Talk show menjadi pilihan bentuk acara faktual yang dominan di TVRI Jabar, BTV dan MQTV. Hanya STV yang menampilkan acara feature lebih banyak dibandingkan talk show. Berbeda dengan STV, MQTV menyajikan talk show hampir berimbang dengan feature.Talk show menjadi acara faktual paling dominan di BTV. Berikut ini tabulasi program faktual TV Lokal dan satu bulan.
Stasiun TV Program Faktual Jumlah
News Talk Show Feature
Jam % Jam % Jam % Jam %
TVRI Jabar 14,8 24,8 53,7 6,6 14,3 46,2 100
BTV 29,4 16,4 100,2 57,3 45,3 25,9 174,9 100
MQTV 18 10,6 77,6 45,7 74,2 43,7 169,8 100
STV 38 21,1 65,6 36,4 76,4 42,4 180 100
Jumlah 100,2 17,9 268,2 46,9 202,5 35,5 570,9 100
Di sisi lain, dominasi talk show dalam sebuah acara siaran TV Lokal mengisyaratkan kehendak TV Lokal untuk menjadi media penyaluran aspirasi warga di daerah. Kehadiran TV Lokal telah memainkan keleluasaan kepada khalayak di daerah untuk menyalurkan opini tentang berbagai hal yang terjadi di daerahnya.
Pedoman Perilaku Penyiaran (P3) dan Standar Program Siaran (SPS) yang dikeluarkan KPI sebagai acuan isi siaran televisi dan radio, ternyata berdasarkan pemantauan KPID Jabar selama Mei-Agustus 2007 menunjukkan kecenderungan menurun. Meski demikian jumlah pelanggaran tiap bulannya tergolong tinggi. Pada bulan Mei terjadi sebanyak 46 jenis pelanggaran, baik karena acaranya mengandung unsur kekerasan, porno dan mistik. Jumlah ini menurun pada Juni yang mencapai 27 Kasus, Juli 12 kasus dan Agustus sebanyak 14 kasus pelanggaran. Jumlah pelanggaran lebih banyak ditemukan di saluran televisi nasional. Pada Mei 2007 ditemukan 46 kasus pelanggaran, 42 kasus pelanggaran pada bulan Juni,, 32 kasus pelanggaran pada bulan Juli dan 24 kasus pelanggaran pada bulan Agustus 2007. Perbedaan jumlah ini boleh jadi karena jam siaran TV Nasional lebih panjang dibandingkan TV Lokal. Namun bila dilihat dari rata-rata frekuensi pelanggaran, perbedaannya tidak menonjol. Artinya potensi terjadinya pelanggaran pada stasiun lokal dan nasional hampir sama. Berikut hasil monitoring TV Lokal dan Nasional.
Nama TV Kekerasan Porno Mistik Dll Jumlah
A. Lokal f % f % f % f % f %
Mei 11 28 12 30 14 35 3 7,5 40 100
Juni 6 22 12 44 7 26 2 7,4 27 100
Juli 6 50 5 41,7 1 8,3 0 0 12 100
Agust 10 71 4 29 0 0 0 0 14 100
Rata-rata 8,25 42,8 8,25 36,2 5,5 17,3 1,25 3,7 23,3 100
B.Nasional
Mei 12 26 26 57 8 17 0 0 46 100
Juni 13 30 15 35 15 35 0 0 43 100
Juli 3 9,38 8 25 21 66 0 0 32 100
Agust 4 17 4 17 16 67 0 0 24 100
Rata-rata 8 20,6 13,3 33,5 15 46,3 0 0 36,3 100
Jumlah pelanggaran karena diindikasikan mengandung unsur pornografi dan mistik lebih menonjol dibandingkan siaran yang mengandung kekerasan yang diadukan publik terhadap tayangan TV Lokal. Jumlah ini jauh berbeda dengan kandungan acara TV Nasional. Kendati demikian, jumlah aduan yang disampaikan masyarakat umumnya berkaitan dengan acara-acara nonfaktual. Beberapa acara yang kerap diadukan adalah sinetron yang tidak mendidik, iklan yang bertentangan dengan kaidah umum maupun acara mistik.





